kalkulatorcrypto.online

trading

Market Order vs Limit Order: Perbedaan dan Kapan Menggunakannya

Dipublikasikan: 2026-06-19 · Diperbarui: 2026-06-19 · Penulis: Tim Redaksi kalkulatorcrypto.online

Ketika melakukan transaksi crypto di exchange, Anda akan dihadapkan pada beberapa jenis order. Dua yang paling umum adalah market order dan limit order. Memahami perbedaan keduanya penting agar Anda bisa mengontrol harga eksekusi dan biaya trading. Artikel ini menjelaskan cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan kapan menggunakan masing-masing jenis order.

Apa itu market order?

Market order adalah order yang dieksekusi langsung pada harga pasar terbaik yang tersedia saat itu. Ketika Anda membeli dengan market order, Anda membeli pada harga ask terendah. Ketika menjual, Anda menjual pada harga bid tertinggi.

Market order cocok digunakan ketika Anda ingin transaksi segera terjadi tanpa menunggu harga tertentu.

Contoh:

Harga ask BTC = Rp672.000.000
Anda membeli 0,01 BTC dengan market order
Total yang dibayar = 0,01 × Rp672.000.000 = Rp6.720.000

Kelebihan dan kekurangan market order

Kelebihan market order:

  1. Eksekusi cepat — order langsung terjadi selama ada likuiditas.
  2. Sederhana — cocok untuk pemula karena tidak perlu menentukan harga.
  3. Dijamin terjadi — asalkan ada penjual atau pembeli, order akan tereksekusi.

Kekurangan market order:

  1. Risiko slippage — harga eksekusi bisa berbeda dari yang diharapkan, terutama untuk order besar.
  2. Tidak mengontrol harga — Anda menerima harga pasar saat itu, baik itu lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan.
  3. Fee taker biasanya lebih tinggi — banyak exchange memberikan fee lebih tinggi untuk market order.

Apa itu limit order?

Limit order adalah order yang dieksekusi hanya jika harga mencapai level tertentu. Anda menentukan harga maksimum yang bersedia dibayar saat membeli, atau harga minimum yang ingin diterima saat menjual.

Limit order cocok digunakan ketika Anda ingin membeli di harga lebih rendah atau menjual di harga lebih tinggi dari harga saat ini.

Contoh:

Harga pasar BTC = Rp672.000.000
Anda ingin membeli 0,01 BTC di harga Rp668.000.000
Order akan tereksekusi jika harga BTC turun ke Rp668.000.000 atau lebih rendah
Total yang dibayar = 0,01 × Rp668.000.000 = Rp6.680.000

Kelebihan dan kekurangan limit order

Kelebihan limit order:

  1. Mengontrol harga — Anda menentukan harga yang diinginkan.
  2. Mengurangi slippage — harga eksekusi tidak akan lebih buruk dari yang ditentukan.
  3. Fee maker biasanya lebih rendah — beberapa exchange memberikan diskon untuk order yang menambah likuiditas.

Kekurangan limit order:

  1. Tidak dijamin tereksekusi — jika harga tidak mencapai level yang ditentukan, order tidak terjadi.
  2. Membutuhkan pemantauan — Anda perlu memastikan harga mendekati level yang diinginkan.
  3. Kurang cocok untuk situasi urgent — jika pasar bergerak cepat, Anda bisa ketinggalan kesempatan.

Perbandingan market order dan limit order

AspekMarket OrderLimit Order
Kecepatan eksekusiCepatTergantung harga pasar
Kontrol hargaTidak adaAda
Risiko slippageLebih tinggiLebih rendah
Biaya tradingBiasanya taker feeBisa lebih rendah sebagai maker
Cocok untukEksekusi segeraMenunggu harga tertentu

Kapan menggunakan market order?

Market order biasanya dipilih ketika:

  1. Anda ingin transaksi segera terjadi.
  2. Aset yang diperdagangkan sangat likuid.
  3. Perbedaan harga saat ini dengan harga target tidak terlalu signifikan.
  4. Anda tidak ingin memantau pasar terus-menerus.

Kapan menggunakan limit order?

Limit order lebih tepat digunakan ketika:

  1. Anda ingin membeli di harga lebih rendah dari harga saat ini.
  2. Anda ingin menjual di harga lebih tinggi dari harga saat ini.
  3. Aset memiliki spread yang cukup lebar.
  4. Anda ingin mengurangi biaya trading dengan menjadi maker.

Contoh perhitungan dampak biaya

Misalkan trading fee taker adalah 0,2% dan maker adalah 0,1%. Anda membeli BTC senilai Rp10.000.000.

Dengan market order:

Biaya = Rp10.000.000 × 0,2% = Rp20.000

Dengan limit order yang menjadi maker:

Biaya = Rp10.000.000 × 0,1% = Rp10.000

Perbedaan Rp10.000 per transaksi mungkin terlihat kecil, tetapi bisa bertambah signifikan jika frekuensi trading tinggi.

Menggunakan kalkulator untuk perencanaan

Setelah memahami jenis order, Anda bisa menggunakan kalkulator biaya trading untuk memperkirakan biaya berdasarkan tipe order dan fee exchange Anda. Kalkulator profit crypto juga membantu menghitung untung rugi setelah biaya.

FAQ

Apakah limit order selalu lebih baik dari market order? Tidak selalu. Limit order memberikan kontrol harga, tetapi tidak menjamin eksekusi. Market order lebih baik jika kecepatan lebih penting daripada harga tepat.

Apakah semua exchange membedakan maker dan taker fee? Sebagian besar exchange membedakannya, tetapi besaran fee bervariasi. Selalu periksa struktur fee di exchange yang Anda gunakan.

Bisakah limit order dieksekusi di harga lebih baik? Ya, untuk limit buy bisa tereksekusi di harga lebih rendah dari yang ditentukan, dan untuk limit sell bisa tereksekusi di harga lebih tinggi.

Penutup

Market order dan limit order adalah dua alat dasar yang harus dipahami setiap trader crypto. Market order menawarkan kecepatan, sementara limit order menawarkan kontrol harga dan potensi penghematan biaya. Pilihlah jenis order yang sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan transaksi Anda.

Tentang penulis

Tim redaksi kalkulatorcrypto.online menyusun konten edukasi seputar crypto, kalkulator, dan trading untuk pengguna Indonesia. Konten kami ditulis berdasarkan sumber publik yang dapat diverifikasi dan ditinjau secara berkala. Kami bukan penasihat keuangan, exchange, atau pialang. Lihat profil lengkap .

Menemukan kesalahan? Laporkan melalui hal kebijakan koreksi atau kontak .

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi investasi. Keputusan finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.